JAYAPURA – Sebagai wujud nyata dalam merespons penguatan literasi dan numerasi yang menjadi fokus utama pendidikan nasional, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih kembali menyelenggarakan agenda akademis yang interaktif. Menjadi bagian dari rangkaian program MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar bertajuk “Numerasi: Cara Cerdas Memahami Dunia Lewat Angka” sukses dilaksanakan pada 30 Mei 2026.
Seminar ini menghadirkan pakar matematika dan pendidikan numerasi, Dr. Bettisari Napitupulu, M.Sc., sebagai narasumber utama. Berbicara di hadapan dosen dan mahasiswa yang hadir bersama dalam satu forum kolaboratif, Dr. Bettisari menekankan bahwa numerasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar matematika formal. Kemampuan numerasi adalah kecakapan hidup (life skill) untuk mengaplikasikan konsep hitungan dan simbol matematika dalam memecahkan masalah praktis sehari-hari, serta kemampuan menganalisis informasi kuantitatif di sekitar kita untuk mengambil keputusan yang cerdas dan logis.
Penguasaan materi dalam forum bersama ini dipetakan secara taktis ke dalam dua fokus pendalaman materi, guna membangun persepsi yang sinergis antara pengajar dan calon pendidik:
-
Fokus Dekonstruksi Konsep dan Paradigma Numerasi: Pada fase awal, seluruh peserta diajak untuk membedah perbedaan mendasar antara matematika abstrak dan kemampuan numerasi praktis. Dr. Bettisari memandu dosen dan mahasiswa untuk melihat bagaimana angka-angka di dalam draf berita, data statistik masyarakat, hingga grafik tren dapat dibaca sebagai sebuah narasi realitas. Pada sesi ini, peserta dilatih untuk mengikis kecemasan terhadap matematika (math anxiety) dengan cara mengubah angka yang kaku menjadi instrumen penalaran yang ramah, logis, dan bermakna untuk memahami fenomena sosial.
-
Fokus Formulasi Strategis dan Pembelajaran Kontekstual: Fokus berikutnya diarahkan pada aspek aplikatif, di mana dosen dan mahasiswa bersama-sama mendiskusikan perancangan draf stimulus numerasi yang menarik dan kontekstual. Peserta dibekali strategi merancang soal dan aktivitas belajar yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dengan memanfaatkan masalah nyata di lingkungan sekitar sebagai media belajar. Melalui diskusi dua arah ini, jajaran dosen mendapatkan referensi mutakhir untuk memperkaya draf perkuliahan, sedangkan mahasiswa memperoleh inspirasi segar mengenai metode mengajar numerasi yang kreatif untuk diterapkan saat terjun ke sekolah kelak.
Pelaksanaan seminar MATOA yang menyatukan seluruh sivitas akademika ini mempertegas komitmen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen dalam melahirkan lulusan yang responsif terhadap tantangan zaman. Melalui penguatan kompetensi numerasi ini, dosen dan mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak literasi matematika di tanah Papua, yang siap mendidik generasi masa depan agar tidak hanya mahir menghitung di atas kertas, tetapi juga cerdas dan bijak dalam menyikapi data serta angka di kehidupan nyata.





