JAYAPURA – Guna membekali sivitas akademika dengan kemampuan merancang alat evaluasi yang komprehensif dan berdaya saing global, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih kembali menyelenggarakan diskusi ilmiah tingkat lanjut. Menjadi bagian dari rangkaian agenda akademis MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar bertajuk “Desain Soal TKA: Dari Pemahaman Konsep ke Asesmen Berkualitas Internasional” sukses diselenggarakan pada 14 Maret 2026.
Seminar ini menghadirkan pakar asesmen dan desain instrumen matematika, Dr. Navel Oktaviandy Mangelep, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya di hadapan dosen dan mahasiswa yang hadir bersama dalam satu forum, Dr. Navel menggarisbawahi bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) matematika yang berkualitas tidak boleh sekadar menguji hafalan rumus. Instrumen ujian harus didesain sedemikian rupa untuk menggali kedalaman pemahaman konsep, ketajaman penalaran, hingga kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/ HOTS) yang selaras dengan standar asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS.
Penguasaan materi dalam forum bersama ini dipetakan secara taktis ke dalam dua fokus pendalaman materi, guna membangun pemahaman yang sinergis antara pengajar dan calon pendidik:
-
Fokus Dekonstruksi Teoretis dan Pemahaman Konsep Dasar: Pada fase awal, seluruh peserta diajak membedah filosofi di balik asesmen berkualitas internasional. Dr. Navel memandu dosen dan mahasiswa untuk melihat anatomi soal-soal TKA berstandar tinggi serta memahami bagaimana menjembatani konsep matematika abstrak ke dalam bentuk stimulus kontekstual. Pada sesi ini, peserta belajar mengurai struktur logika soal cerita yang kompleks serta mengenali pola kecohan (distractor) yang sering muncul dalam instrumen evaluasi berskala besar.
-
Fokus Formulasi Teknis dan Desain Instrumen Pengujian: Fokus berikutnya diarahkan pada aspek aplikatif, di mana dosen dan mahasiswa berkolaborasi mendiskusikan perancangan draf kisi-kisi dan butir soal. Sesi ini membekali peserta dengan teknik memformulasi soal yang valid, objektif, dan memiliki daya beda yang baik sesuai standar taksonomi kognitif global. Melalui diskusi dua arah ini, para dosen mendapatkan perspektif baru mengenai kendala kognitif mahasiswa, sementara mahasiswa memperoleh ilmu premium langsung dari para ahli mengenai cara merancang evaluasi kelas yang bermutu untuk masa depan.
Pelaksanaan seminar MATOA yang menyatukan seluruh sivitas akademika ini mempertegas komitmen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen dalam menaikkan standar mutu akademik di tanah Papua. Melalui penguasaan materi desain soal TKA ini, dosen dan mahasiswa dipersiapkan untuk bergerak bersama menciptakan atmosfer pembelajaran matematika yang tidak hanya kuat secara teoretis, melainkan juga memiliki sistem evaluasi yang objektif, menantang, dan diakui di level internasional.







