JAYAPURA – Mengupas sisi psikologis dan dinamika berpikir siswa dalam memahami ilmu hitung, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih kembali menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang mendalam. Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam rangkaian program MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar bertajuk “Konflik Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Matematika” sukses diselenggarakan pada 22 Februari 2025.
Seminar ini menghadirkan pakar strategi dan psikologi pembelajaran matematika, Dr. Iwan Setiawan HR, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dr. Iwan mengungkapkan bahwa kesalahan siswa dalam menjawab soal sering kali berakar dari miskonsepsi yang mendalam. Pertentangan ide atau konflik kognitif yang sengaja diciptakan oleh guru di ruang kelas justru menjadi instrumen penting; dengan menggoyang keyakinan konsep yang keliru tersebut, siswa dirangsang untuk berpikir ulang, mencari jawaban yang logis, dan secara mandiri memperbaiki pemahaman matematis mereka.
Sepanjang jalannya seminar, para peserta diajak membedah mekanisme perubahan konseptual siswa melalui empat fokus pembahasan utama:
-
Hakikat Konflik Kognitif: Memahami konsep ketidakseimbangan mental (disequilibrium) ketika siswa menyadari adanya ketidaksesuaian antara struktur berpikir mereka dengan fakta matematis baru yang dihadapi.
-
Mekanisme Perubahan Konseptual: Menelaah bagaimana proses terjadinya transisi pemikiran siswa dari konsep awal yang keliru menuju pemahaman matematika yang benar dan ilmiah.
-
Strategi Pembelajaran Berbasis Konflik: Mengupas metode dan skenario instruksional taktis bagi guru untuk menyajikan struktur soal atau kontradiksi yang mampu memicu konflik kognitif secara terukur dan produktif.
-
Tantangan dan Implikasi Pedagogis: Mengidentifikasi kendala di lapangan—seperti manajemen emosi siswa saat mengalami kebingungan hingga kesiapan guru—serta implikasinya terhadap retensi jangka panjang ingatan siswa.
Pelaksanaan seminar MATOA ini mempertegas dedikasi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen dalam mencetak guru-guru masa depan yang peka terhadap struktur berpikir anak didik. Melalui penguasaan strategi konflik kognitif ini, para mahasiswa dipersiapkan untuk tidak sekadar menyuapi siswa dengan rumus jadi, melainkan terampil menjadi fasilitator yang mampu menuntun siswa keluar dari belenggu miskonsepsi menuju pemahaman matematika yang kokoh dan bermakna.







