JAYAPURA – Berkompetensi dalam mengubah persepsi bahwa matematika adalah ilmu yang abstrak dan sulit dibayangkan, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih kembali menggebrak dengan pelatihan teknologi interaktif. Menjadi bagian dari agenda akademis tahunan dalam rangkaian program MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar bertajuk “Media Pembelajaran GeoGebra” sukses diselenggarakan pada 11 Januari 2025.
Seminar ini menghadirkan dosen pendidikan matematika, Dr. Marthinus Yohanes Ruamba, M.Pd., sebagai pembicara utama. Dalam materi yang dipaparkannya, Dr. Marthinus menekankan bahwa kelemahan mendasar dalam pembelajaran geometri dan aljabar konvensional adalah keterbatasan papan tulis dalam menggambarkan grafik atau ruang secara presisi. Kehadiran perangkat lunak GeoGebra hadir sebagai solusi digital yang mampu menghidupkan fungsi matematika secara dinamis, sehingga siswa dapat memanipulasi objek geometri secara langsung demi menemukan konsep matematis secara mandiri.
Sepanjang jalannya seminar, peserta dibekali dengan keterampilan teknis dan pedagogis yang mencakup empat pilar pembahasan:
-
Peran GeoGebra dalam Pembelajaran: Memahami kontribusi besar perangkat lunak GeoGebra sebagai alat bantu visual yang menjembatani konsep teoretis matematika dengan representasi grafis digital.
-
Visualisasi Konsep Matematika: Mengupas teknik pemanfaatan fitur-fitur dinamis GeoGebra untuk memvisualisasikan persamaan aljabar, kalkulus, hingga transformasi geometri ruang secara akurat.
-
Strategi Pemanfaatan di Kelas: Menelaah metode instruksional yang efektif bagi guru untuk mengintegrasikan GeoGebra ke dalam draf rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis penemuan (discovery learning).
-
Tantangan dan Implikasi Praktis: Memetakan kendala teknis operasional perangkat di sekolah, kebutuhan pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman spasial siswa.
Pelaksanaan seminar MATOA ini menjadi langkah nyata Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen dalam membekali para calon guru dengan keterampilan abad ke-21. Melalui penguasaan aplikasi GeoGebra ini, mahasiswa dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pengajar yang mahir berteori, melainkan kreator ruang kelas digital yang interaktif, menyenangkan, dan mampu memantik rasa ingin tahu siswa di sekolah-sekolah masa kini.







