JAYAPURA – Terus konsisten berada di garis depan dalam mengadopsi teknologi pendukung riset, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih kembali memperlengkapi sivitas akademisnya dengan instrumen kecerdasan buatan mutakhir. Melalui rangkaian agenda akademis MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar bertajuk “Pemanfaatan Scite AI untuk Analisis dan Evaluasi Literatur Ilmiah” sukses diselenggarakan pada 20 Juli 2024.
Seminar ini menghadirkan peneliti senior sekaligus akademisi terkemuka, Prof. Dr. Happy Lumbantobing, M.Si., selaku pembicara utama. Dalam penyampaiannya, Prof. Happy menjelaskan bahwa kuantitas sitasi sebuah jurnal tidak lagi cukup untuk mengukur validitas suatu teori. Melalui kehadiran platform cerdas seperti Scite AI, peneliti dan mahasiswa kini dapat melihat konteks di balik sitasi tersebut secara objektif—apakah riset terdahulu didukung, diperdebatkan, atau sekadar disebut—sehingga proses penyusunan draf karya ilmiah menjadi jauh lebih akurat dan kredibel.
Sesi materi dalam seminar ini mengupas tuntas teknik pembedahan literatur digital melalui empat fokus pembahasan utama:
-
Peran Scite AI dalam Manajemen Riset: Menelaah bagaimana platform berbasis kecerdasan buatan ini mentransformasi metode telaah pustaka konvensional menjadi analisis berbasis data yang komprehensif.
-
Identifikasi Karakteristik Sitasi: Mempelajari cara membaca dan memilah klasifikasi sitasi pintar, yaitu Supporting (mendukung), Contrasting (menyanggah), dan Mentioning (menyebutkan) untuk menguji kekuatan argumen ilmiah.
-
Aplikasi Telaah Pustaka Kritis: Mengupas strategi taktis menggunakan fitur-fitur Scite AI untuk menyusun kajian teori yang mendalam, objektif, dan minim bias penulisan.
-
Rambu Etika dan Tantangan Digital: Mendiskusikan batasan teknologi AI, pentingnya verifikasi manual oleh peneliti, serta tanggung jawab etis agar tidak terjebak pada penggunaan alat yang manipulatif.
Pelaksanaan seminar MATOA ini mempertegas dedikasi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen dalam melahirkan lulusan yang memiliki ketajaman berpikir analitis. Dengan menguasai perangkat evaluasi literatur berbasis AI ini, para mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi peneliti muda yang kritis, mampu menghasilkan tugas akhir dan publikasi ilmiah berkualitas tinggi, serta menjunjung tinggi objektivitas ilmiah di era digital.







