Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape

MATOA 2023 #4 “Pengembangan LKS pada Materi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat Menggunakan Pendekatan Realistik”

  • 3 Juni 2023

JAYAPURA – Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih terus mendorong inovasi pengembangan bahan ajar yang efektif bagi guru masa depan. Pada 3 Juni 2023, rangkaian kegiatan MATOA (Mathematics Education Oriented Academic) kembali digelar dengan mengangkat topik strategis bertajuk “Pengembangan LKS pada Materi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat Menggunakan Pendekatan Realistik”.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Chairul Fajar Tafrilyanto, M.Pd., yang mengupas tuntas pentingnya menjembatani konsep matematika yang abstrak dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa. Menurutnya, penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dirancang secara realistik merupakan instrumen krusial untuk membantu siswa membangun pemahaman matematis secara mandiri dan bermakna.

Kegiatan ini membedah empat aspek mendasar dalam pengembangan perangkat pembelajaran berbasis realistik:

  • Esensi Pendekatan Realistik: Menyelami filosofi pembelajaran matematika yang menempatkan masalah dunia nyata sebagai titik tolak pengembangan konsep.

  • Karakteristik LKS Realistik: Mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam LKS yang mampu memicu daya pikir kritis siswa, khususnya pada materi bilangan bulat.

  • Teknik Desain dan Pengembangan: Mengulas prosedur praktis dalam menyusun materi perkalian dan pembagian agar lebih menarik dan mudah dicerna oleh siswa.

  • Tantangan Implementasi: Mendiskusikan kendala dalam integrasi LKS di kelas serta implikasinya terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

Seminar MATOA ini dipandang sebagai langkah strategis bagi mahasiswa untuk memperkaya khazanah keterampilan pedagogis mereka. Melalui pemahaman mendalam tentang pengembangan LKS berbasis realistik ini, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen mendorong para calon pendidik untuk tidak lagi terpaku pada metode konvensional. Besar harapan agar lulusan ke depannya mampu menghadirkan materi matematika yang lebih hidup, membumi, dan mampu menumbuhkan antusiasme siswa dalam menyelesaikan tantangan bilangan bulat.