JAYAPURA – Komitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang merata kembali diwujudkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih. Melalui rangkaian kegiatan MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), Prodi Pendidikan Matematika menyelenggarakan seminar bertajuk “Pembelajaran Matematika di Kelas Inklusif: Tantangan dan Strategi Mengajar bagi Pendidik” pada 15 April 2023.
Seminar ini menghadirkan pakar pendidikan, Dyah Ayu Sulistyaning Cipta, M.Pd., yang memaparkan pentingnya paradigma inklusif dalam ruang kelas matematika. Dyah menekankan bahwa setiap siswa memiliki cara belajar yang unik, sehingga pendidik dituntut untuk lebih fleksibel dalam merancang skenario pembelajaran yang mampu merangkul seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Selama sesi seminar, peserta diajak untuk membedah kompleksitas dan solusi dalam mengelola kelas inklusif melalui empat bahasan strategis:
-
Pondasi Dasar Matematika Inklusif: Membangun pemahaman mengenai esensi inklusivitas dalam lingkungan belajar matematika.
-
Identifikasi Hambatan: Mengulas tantangan riil yang kerap ditemui pendidik saat berinteraksi dengan keberagaman karakter siswa di kelas.
-
Strategi dan Model Pembelajaran: Mengeksplorasi teknik pengajaran yang adaptif untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam secara efektif.
-
Praktik Baik dan Asesmen: Mendiskusikan metode evaluasi yang objektif serta berbagi pengalaman praktik nyata dalam menerapkan pembelajaran inklusif di sekolah.
Melalui seminar MATOA ini, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen berupaya membekali mahasiswa dengan sensitivitas dan keterampilan pedagogis yang dibutuhkan di era pendidikan modern. Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para calon pendidik tidak hanya mampu mentransfer ilmu, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan teknis untuk menciptakan ruang kelas yang menghargai setiap perbedaan, sehingga matematika dapat menjadi akses pendidikan yang terbuka bagi siapa saja.







