JAYAPURA – Menyadari bahwa penanaman logika matematika harus dimulai dengan metode yang tepat sejak usia emas, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih kembali menghadirkan ruang diskusi yang inovatif. Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam rangkaian program MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar internasional bertajuk “The Effect of Constructive Play on Early Childhood Mathematics Skills” sukses digelar pada 14 Desember 2024.
Seminar ini menghadirkan pakar pendidikan anak, Dr. Yustinus Wangguwai, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dr. Yustinus menjelaskan bahwa mengenalkan matematika pada anak usia dini tidak boleh dilakukan melalui doktrin rumus yang kaku, melainkan lewat aktivitas yang menyenangkan. Melalui permainan konstruktif (constructive play) seperti menyusun balok, lego, atau berkreasi dengan media fisik, anak-anak secara alami sedang mengasah kepekaan ruang (spasial), pola hitung, dan kemampuan memecahkan masalah yang menjadi fondasi utama kecakapan matematika mereka.
Sepanjang sesi seminar, para peserta diajak mendalami strategi stimulasi kognitif anak melalui empat fokus diskusi utama:
-
Hakikat Bermain Konstruktif: Memahami filosofi dan peran aktivitas manipulatif fisik sebagai media belajar yang efektif dalam merangsang motorik dan kognitif anak usia dini.
-
Stimulasi Kecakapan Matematika: Menelaah korelasi langsung antara aktivitas membangun objek dengan peningkatan kemampuan logika, pengenalan geometri, serta pola pikir matematis pada anak.
-
Strategi Instruksional di Kelas: Mengupas metode dan rancangan pembelajaran kreatif bagi guru untuk mengarahkan aktivitas bermain agar tetap memiliki muatan edukatif yang terarah.
-
Tantangan dan Implikasi Pedagogis: Mengidentifikasi kendala di lapangan, seperti ketersediaan media permainan dan pemahaman orang tua/guru, serta implikasi jangka panjangnya terhadap kesiapan akademik anak.
Pelaksanaan seminar MATOA ini mempertegas komitmen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen dalam mencetak calon pendidik yang peka terhadap perkembangan psikologi belajar. Dengan menguasai strategi pembelajaran berbasis permainan konstruktif ini, para mahasiswa disiapkan untuk menjadi agen perubahan di dunia pendidikan, yang mampu menciptakan atmosfer kelas matematika yang inklusif, ceria, dan berbobot sejak jenjang pendidikan paling dasar.







