JAYAPURA – Merespons perkembangan kecerdasan buatan yang kian masif di dunia akademis, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Cenderawasih bergerak cepat membekali mahasiswanya dengan literasi teknologi mutakhir. Melalui rangkaian program MATOA (Mathematics Education Oriented Academic), seminar bertajuk “Pemanfaatan AI dalam Review dan Sintesis Literatur Ilmiah” sukses diselenggarakan pada 13 Januari 2024.
Seminar yang menarik perhatian besar ini menghadirkan pakar di bidangnya, Dr. Irfan Wahyudi, M.Si., sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Dr. Irfan menggarisbawahi bahwa kehadiran Artificial Intelligence (AI) tidak seharusnya dijauhi, melainkan diadopsi secara bijak sebagai mitra berpikir (sparring partner) dalam riset. Penggunaan alat bantu berbasis AI secara tepat dapat memangkas waktu pengerjaan tugas akhir, khususnya dalam memetakan ratusan teori matematika secara efisien tanpa kehilangan kedalaman substansinya.
Sepanjang jalannya seminar, peserta dipandu untuk mengeksplorasi potensi dan batasan AI melalui empat dimensi pembahasan:
-
Peran AI dalam Manajemen Literatur: Menelaah bagaimana algoritma cerdas dapat membantu memetakan, mengelompokkan, dan merangkum tumpukan dokumen ilmiah dalam waktu singkat.
-
Identifikasi Tren dan Kesenjangan Riset: Mengupas teknik memanfaatkan AI untuk membaca peta perkembangan riset matematika global, menemukan tren terbaru, serta melihat celah (research gap) yang belum diteliti.
-
Strategi Sintesis Ilmiah yang Efektif: Mempelajari langkah-langkah praktis merajut berbagai pandangan ahli yang ditemukan oleh AI menjadi sebuah narasi latar belakang atau tinjauan pustaka yang padu.
-
Tantangan dan Etika Penggunaan AI: Mendiskusikan batasan kritis seputar halusinasi data AI, perlindungan hak cipta, serta rambu-ramu etis demi menjaga orisinalitas pemikiran manusia.
Agenda seminar MATOA kali ini mempertegas posisi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Uncen sebagai program studi yang adaptif terhadap disrupsi teknologi. Dengan menguasai strategi pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, para mahasiswa dan calon peneliti muda ini diharapkan mampu menaikkan standar kualitas karya ilmiah mereka, sekaligus tetap memegang teguh prinsip kejujuran akademik di era digital.







